Assalamualaikum,
Perhelatan Piala AFF telah usai, pada akhirnya semua orang kembali kepada rutinitasnya masing-masing. banyak pelajaran yang dapat dipetik saat kejuaraan tersebut dilangsungkan, beragam provokasi, intrik dan segala cara dilakukan untuk mendapatkan kemenangan. begitu pula hari ini, saat Tim nasional indonesia menjalani pertandingan Final terakhir di Stadion Utama Gelora Bung Karno setelah dikalahkan 3 angka di Bukit Jalil sebelumnya. Ekspektasi dan harapan publik begitu besar menyebabkan beban yang berat di pundak punggawa timnas. beberapa orang berbicara dengan angka, beberapa lagi berbicara dengan harga diri dan integritas bangsa. Lalu, bagaimana dengan saya ?
Saya terlahir sebagai penyuka sepakbola. Kesukaan saya lebih bersifat absurd karena Tidak seperti penggila bola lainnya yang "gila" akan klub-klub sepakbola, "gila" akan liga dan "gila" kejuaraan baik lokal ataupun internasional. Terhitung saya hanya antusias pada dua hal, timnasional dan liga champions eropa. selain itu, saya tidak tertarik untuk mengikutinya. Menarik mengikuti Tim nasional di bawah asuhan Alfred Riedl kali ini, bukan saja karena kemenangan demi kemenangan yang diraih akan tetapi juga karena pendukung merah putih yang mampu memberikan nafas tambahan pada laskar garuda di tiap pertandingan dan menemui puncaknya di malam ini.
Malam ini, Indonesia dipastikan kalah dengan agregrat 4-2 dari malaysia. Kekalahan Laskar Garuda tidak membuat saya kecewa, akan tetapi bahagia. bagaimana tidak? Ternyata prasangka saya terhadap suporter indonesia salah besar, suporter indonesia sudah mulai dewasa saat ini, tidak ada rusuh, tidak menyalahkan pemain dan yang paling membuat saya berkesan adalah suporter rela menunggu di stadion hanya untuk mengeluk-elukan punggawa timnas naik ke dalam bis nya. Menurut saya, sepanjang lima tahun terakhir ini, mungkin ini puncaknya nasionalisme rakyat indonesia. Semangat mereka membuat bulu kuduk saya merinding, merasa bangga menjadi seorang indonesia, membuat saya menangis terharu saat Indonesia Raya dikumandangkan dan selalu ingin menyanyikannya baik di motor, kamar mandi dan dimana-mana. Malam ini terasa indonesia menjadi satu, semua rakyat baik dari ujung timur hingga barat indonesia menjadi satu, berteriak lantang "Indonesia" berkali-kali. Tiada beda antara si Miskin dan Si Kaya, tidak ada kelas sosial semua membaur atas nama Indonesia.
Namun saya takut, saya takut perasaan ini akan hilang esok hari. Saat saya membuka mata, euforia ini tiba-tiba hilang tertelan bumi, dan kebencian tersiar kembali. banyak nada-nada sumbang dari rakyat, banyak nada apatis dari anak bangsa. jargon-jargon stereotipe kembali bermunculan, beramai-ramai mencaci negara sendiri, entah negara, bangsa atau pemerintah yang dicaci, buat saya itu tidak ada beda. anak bangsa kembali menebar fitnah dan kebencian, berusaha untuk saling jegal sesama, serasa hanya di dalam dirinya lah tiada celah dan kurang. Kita lahir di tanah ini, yang barang tentu wilayahnya sudah diakui secara geopolitik dan sosiokultural. Jadi, hilangkan nada sumbang itu, saat kesempatan melakukan perubahan itu datang dan kita yakin diri kita mampu menghilangkan tradisi yang jelek, mengapa kita bungkam, pergi menghindar dan mengejeknya dari kejauhan? seolah kita tidak pernah memakan "produk" negara kita ini? cukup datang dan berbuatlah untuk kebaikan negara ini. Sebuah nasionalisme tidak hanya perlu digaungkan, aktif berbuat sesuatu yg riil atau legowo bernada proaktif untuk kemajuan bangsa cukup dapat mengantarkan negara ini ke gerbang kemakmuran. Saat anda mampu, kerjakanlah dan saat anda tidak, maka percayakanlah. Percaya saya tidak ada yang instan di dunia ini, segalanya butuh proses dan kita harus menghayati itu agar menjadi bangsa besar. Semoga ketakutan saya hanyalah isapan jempol belaka dan tidak pernah terjadi lagi di hari depan karena Saya Cinta Indonesia secara keseluruhan, baik buruknya negara ini tetap tumpah darah saya yang harus saya jaga segenap jiwa. Omong-omong, saya tidak pernah tau apa rasa malam ini, tapi yang pasti "rasa" ini janganlah cepat berlalu, kawan! Jaya Terus Indonesia ..
Wassalamualaikum.